Minggu, 07 Juni 2015


ANALISI NOVEL TEORI RESEPSI NOVEL "WITHOUT YOU"
Oleh
Umi Munawaroh


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Karya sastra merupakan hasil karya cipta manusia yang merupakan hasil imajinasi dan refleksi seorang penulis dari suatu hal yang ia rasakan, ia lihat, ia dengar, dan yang terjadi di dalam masyarakat. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa terciptanya sebuah karya sastra tidak dapat lepas dari bagaimana situasi dan kondisi masyarakat pada saat sebuah karya sastra diciptakan. Proses penciptaan karya sastra selain dipengaruhi oleh situasi dan kondisi masyarakat juga dipengaruhi oleh situasi dan kondisi dalam diri penulis. Kondisi tersebut dapat berupacara pandang seorang penulis terhadap dunia dan masyarakat secara utuh baik dari segi negatif maupun positif.
Sebuah karya sastra dapat dinilai dari berbagai aspek baik dari dalam karya sastra itu sendiri atau intrinsik maupun unsur dari luar karya atau ekstrinsik yang juga memengaruhi sebuah karya maupun aspek genetik sastra yaitu asal-usul karya sastra, dalam hal ini asal-usul karya sastra yaitu pengarang dan kenyataan sejarah yang melatarbelakangi lahirnya sebuah karya sastra (Iswanto, 2001). Hal tersebut sejalan dengan pendapat yang dikemukakanoleh Goldman (dalamFaruk, 2003:31), yaitu terdapat suatu korelasi atau hubungan yang kuat antara bentuk literer novel dengan hubungan keseharian anta rmanusia dengan komoditi pada umumnya atau secara lebih luas, antara manusia dengan sesamanya dalam masyarakat.
Perkembangan sastra berjalan seiring berkembangnya suatu bangsa dan negara dalam rentang sejarah, seperti Indonesia. Sebagai produk budaya, sastra di Indonesia mencerminkan identitas dan kultural masyarakatnya, termasuk berbagai masalah universal yang menyangkut kehidupan manusia secara umum (Shoim Anwar, 2012). Oleh karena itu, karya sastra yang ada sekarang semakin banyak dengan bermunculnya sastrawan muda yang melejit namanya berkat karya-karya yang direfleksikannya dari imajinasinya ke dalam suatu karya sastra , seperti novel, cerpen dll.
Novel-novel yang ada mempunyai ciri khas atau daya tarik yang berbeda-beda sesuai Kanato Puji seorang mahasiswi yang menyelesaikan studinya di Pendidikan Bahasa Inggris UPI Bandung dan melanjutkannya lagi ditempat yang sama. Di dalam analisis ini, saya tertarik dengan judul novel “Without Yousetelah karangan Shakufuku Sa Reta Jinsei merupakan terbitan novel perdananya.Novel ini sangat kental dengan unsur sosial yang membumbui isi karya sastra novel ini. Seperti, latar sosial pendidikan, keluarga sampai menyinggung tentang negara bagian juga. Dalam bab selanjutnya akan dipaparkan analisis sosiologi sastra.
B.      Landasan Teori
Ratna (2008:165) mengemukakan secara definitif resepsi sastra berasal dari kata recipere (Latin), reception (Inggris) yang berarti sebagai penerimaan atau penyambutan pembaca. Dalam arti luas resepsi didefinisikan sebagai pengolahan teks, cara-cara pemberian makna terhadap karya sehingga dapat memberikan respons terhadapnya. Hal ini sejalan dengan pendapat Pradopo (2007:206) bahwa resepsi sastra adalah estetika (ilmu keindahan) yang mengacu kepada tanggapan atau resepsi pembaca karya sastra dari waktu ke wak`tu.
Selanjutnya, Endaswara (2008:118) mengemukakan bahwa resepsi berarti menerima atau penikmatan karya sastra oleh pembaca. Resepsi merupakan aliran yang meneliti teks sastra dengan bertitik tolak kepada pembaca yang memberi reaksi atau tanggapan terhadap teks itu. Dalam meresepsi sebuah karya sastra bukan hanya makna tunggal, tetapi memiliki makna lain yang akan memperkaya karya sastra itu.Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa resepsi sastra merupakan penelitian yang menfokuskan perhatian kepada pembaca, yaitu bagaimana pembaca memberikan makna terhadap karya sastra, sehingga memberikan reaksi terhadap teks tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
SINOPSIS : Di dalam novel Without You ini menceritakan kehidupan ketiga sahabat yang sangat setia dalam suka maupun duka dalam menjaga persahabatan mereka sejak masih kecil sampai dewasa. Ketiga sahabat tersebut bernama Zara Iqlima (panggilan Zara), Dewa Rama (panggilan Dewa), dan Agha Rizal Pratama (panggilan Agha). Keluarga mereka tinggal di kompleks perumahan yang sama, sehingga diantara keluarga tersebut telah saling mengenal baik. Ketiga orangtua mereka menempatkan tempat pendidikan yang sama pula mulai dari SD sampai SMA dengan alasan dapat secara intensif mengawasi perkembangan anak-anak mereka.
Permasalahan ketiga sahabat ini ketika SMA tepatnya kelas III mempunyai persamaan yakni adanya suatu pertentangan diri dengan pihak keluarga, yang dipicu oleh keinginan atau cita-cita yang telah menjadi harapan di masa depan mereka bertiga menjadi terhalang karena ambisi ketiga Ayahnya dalam menentukan masa depan mereka. Kekecewaan dan rasa hancur yang mereka rasakan bersama karena sikap otoriter ayahnya. Kisah tersebut bermula ketika seorang guru kelas bernama Bu Resti memberikan lembaran yang berisi pertemuan perwalian mengenai penjurusan yang akan dipilih oleh para siswa dalam melanjutkan ke Universitas. Zara menginginkan untuk masuk Seni karena dia ingin menjadi desainer karena keahliannya dalam menggambar dan juga menjadi musisi karena memiliki suara didampingi keahliannya berpiano, namun papinya atau Pak Zaki menginginkan Zara untuk masuk ke sosial untuk meneruskan bisnisnya. Sedangkan Agha menginginkan masuk Sains karena ia ahli dalam merumuskan sebuah konsep beserta pemanfaatannya sehingga ia di juluki Profesor Sains di sekolahnya, namun keinginan gugur ketika ayahnya atau Pak Wan menginginkan Agha untuk menjadi seorang lawyer seperti dirinya, sementara ia tak mendukung keinginan anaknya. Berbeda dengan Zara dan Agha, Dewa memiliki kisah tersendiri yakni dalam memilih jurusan ia diberi kebebasan dalam menentukan masa depannya oleh Pak Pranata papanya, namun saat Dewa memilih Sains karena ingin menjadi seorang dokter seperti papanya, dia merasa tak dipercayai oleh papanya karena pilihannya sendiri, hal itu membuat Dewa merasa berkecil hati karena kemampuannya diragukan.
Segala cara yang dilakukan oleh Zara, Dewa dan Agha dalam usahanya untuk meyakinkan orang tua mereka, namun hasilnya tetap nihil. Ketiga ayahnya tetap bersikukuh pada pendiriannya. Tak sampai disitu, Zara telah di daftarkan oleh papinya untuk kuliah bisnis di Universiteit Gent Belgia. Hal itu membuat Zara pernah berusaha untuk kabur dari rumah seperti yang dilakukan oleh kakaknya Zian yang telah memilih untuk angkat kaki dari rumah setelah papinya mendesaknya untuk menuruti kemauan papinya. Namun, usaha yang dilakukan Zara berhenti setelah mendapatkan nasehat dari seseorang pelajar SMK bernama Radi yang baru dikenalnya ketika ada tawuran yang dilakukan oleh pelajar SMK tersebut. Sehingga, ia memutuskan untuk pulang kerumah menuruti kemauan papinya. Semangat meneruskan usaha bisnisnya terus terpacu meskipun ia harus ditinggalkan selamanya oleh papinya, peristiwa pilu itu terjadi ketika ia mengikuti perlombaan di Kafe Kemang. Walaupun itu membuat ia kewalahan dalam mengemban tugas sebagai pengganti tulang punggung keluarga, namun ia sangat beruntung memiliki kedua sahabat yang selalu ada buatnya membuat hidupnya tidak sendiri.
Kecemasan dan kesedihan akan dialami Zara ketika akan meninggalkan kedua sahabatnya ke Belgia, begitupun rasa kekecewaan yang akan dialami oleh Dewa dan Agha kepada Zara karena telah berkhianat pada mereka untuk terus bersama-sama selamanya, sesuai apa yang dijanjikan Zara dahulu. Namun, kenyataan memang harus memisahkan kebersamaan mereka bertiga. Semenjak perpisahannya dengan kedua sahabatnya, Zara mulai mengarungi rutinitasnya di Belgia untuk belajar, mengurus perusahaan, dll. Bahkan untuk berhubungan pada kedua sahabatnya sudah tak sering lagi dilakukan karena dihadang oleh kesibukkan. Zara sudah mendapatkan semua impiannya, mulai dari impiannya selama ini yang diidamkannya yakni musik dan desainer. Suatu hari ketika ia sedang jalan-jalan dengan Raka ia bertemu dengan kakaknya Zian, hal itu merupakan suatu yang diluar dugaan. Mereka saling melepas rindu dan saling tukar cerita, Zian menceritakan apa yang telah ia lakukan  setelah tiga tahun lamanya berjuang sendiri dan berusaha membuat papinya bangga akan dirinya, namun ekspresi Zian yang antusias mulai berubah diganti dengan rasa sedih dan sesal kala ia berbalik mendengar cerita Zara bahwa papinya sudah meninggal. Akhirnya mereka bersama-sama membangun bisnis papinya menuju tangga kesuksesan.
Berkelut dengan rutinitas yang padat menjadikan empat tahun Zara untuk lulus dari Belgia sudah didepan mata. Zara menjadi wisudawan terbaik dengan predikat mahasiswa cumlaude setelah ia berhasil membuat ketiga penguji berdecak kagum karena presentasi analisisnya yang ia sajikan secara sempurna dihadapan mereka. Setelah lulus dari Belgia, ia segera pulang ke Indonesia. Seperti biasa yang dilakukan Zara, ia akan memberikan sebuah kejutan pada kedua sahabatnya mengenai kedatangannya. Namun, ditengah-tengah pelepasan rindu orang terdekat padanya. Ia mendapatkan suatu kedukaan kembali, ia harus kehilangan mami, Zafi dan Ziko karena kecelakaan saat mau pergi liburan. Zara merasakan kesedihan yang mendalam, dan hal itu membuat Agha, Dewa, beserta keluarganya menjadi empati terhadapnya. Agha dan Dewa menjadi pendamping setia Zara dalam membangkitkan semangat hidupnya lagi.
Perasaan cinta dan kasih sayang yang dipendam Agha dan Dewa kepada Zara tidak hilang dimakan jarak dan waktu justru semakin membesar, sampai-sampai ia saling bergantian menyatakan masing-masing perasaannya, bahkan ketika saat kedatangan Zara ke Indonesia sampai ia terakhir menyatakan cinta mereka sambil berlutut dihadapan Zara yang terduduk lemah di kursi roda karena sakit pasca operasi kanker usus. Zara tidak bisa menerima cinta mereka walau ia tahu Dewa adalah pujaan hatinya semasa kecil, namun ia semakin lama semakin mengagumi sosok Agha yang selalu peduli padanya. Zara ingin bersama pada mereka berdua seutuhnya.
Sebenarnya Zara telah lama memendam penyakit yang dideritanya selama berada di Belgia Zara terlalu sibuk dengan tanggungjawabnya sampai lupa mengurus dirinya sendiri, ia menjadi jarang makan, badannya. Ketika didiagnosa ia terkena kanker usus penyakitnya itu sudah mencapai stadium tiga, dan operasi yang dilakukan terakhir di Indonesia didampingi kedua sahabatnya tersebut merupakan diagnosa penyakit Zara yang sudah berada di stadium akhir. Namun, Zara meminta dokter yang menanganinya untuk tidak memberitahukan kepada siapapun terlebih pada kedua sahabatnya.
Menjelang Dewa wisuda, ia sedih karena Zara tak dapat melihat keberhasilannya. Akhirnya, seusai acara ia dan Agha pergi menemui Zara. Dewa masih membawa Toganya untuk ditunjukkan pada Zara, dan Agha membawa mawar merah tanda kerinduan yang mendalam pada Zara. Mereka curahkan semua diatas pusara Zara yang telah berumur satu minggu itu.
1.       Analisis pada Novel Without You
Kondisi Sosial di Lingkungan Sekolah
Adanya suatu paham strata dalam masyarakat akan menghambat integrasi sosial yang hanya akan menimbulkan diskriminasi dalam hal memperlakukan tindakan. Hal tersebut berlaku pada seorang guru walaupun mempunyai jabatan yang lebih tinggi atau jabatan yang lebih lama untuk bertindak semaunya dan menjadi tumpu sesuatu yang benar, sehingga membuat orang sulit memberikan reaksi atau penegasan apabila telah terjadi sikap berlebihan terhadap anak didiknya. Pak Anton yang telah lama mengabdi menjadi guru di SMA Zara, dalam memberikan hukuman terhadap siswa yang terlambat dianggap cukup berlebihan.
“Beberapa guru telah memperingatkan Pak Anton untuk tidak melakukan hal itu. Namun, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa mengingat Pak Anton telah mengabdi di sekolah ini puluhan tahun lamanya, sehingga sering dianggap senior. Bahkan, kepala sekolah pun sungkan menegurnya”. (hal 13)
Kurangnya kedisplinan dalam mengatur waktu dan pola yang baik akan menyulitkan seseorang untuk mengawali kebiasaan yang baik, sehingga seringkali pemberian hukuman menjadi jalan akhir yang akan memberikan efek jera pada pelaku yang melanggar padahal hal itu akan berdampak kurang baik. Seperti hal yang dilakukan Pak Anton melatih kedisiplinan kepada peserta didik tidak perlu dengan menggunakan hukuman yang terlalu dianggap berat oleh peserta didiknya hingga berakibat cedera seperti yang dialami Zara saat menyelesaikan hukuman dari Pak Anton.
 “Ini demi kesehatan kalian. Kalau kalian sehat, sendiri yang bisa merasakan. Ini juga untuk kedisiplinan,’’ kata Pak Anton sambil berlalu dari ruang UKS. (hal 18)
Setelah pembagian kelas, mereka meminta izin pada guru untuk pergi ke ruang P3K untuk mengobati luka di lutut Zara.
Suatu kekurangan pastinya ada suatu kelebihan. Kelebihan itu yang perlu diperjuangkan daripada memikirkan suatu kekurangan. Seperti Zara dan Dewa yang kurang dalam menangkap suatu pelajaran karena Zara memiliki kekurangan yakni daya ingat yang pendek (short memory), namun ia mempunyai suatu kelebihan di bidang seni. Sedangkan Dewa mempunyai kelebihan yakni rasa semangatnya yang tinggi dalam melakukan sesuatu yang didinginkannya dan ia memiliki tubuh yang kuat karena ia sering bermain futsal dan basket. Jadi, manusia harus pandai bersyukur atas pemberian dari Tuhan dan memanfaatkannya sebagaimana mestinya.
Meskipun short memory-nya menjadi salah satu kekurangan, Zara memiliki skill tinggi pada seni, mulai dari seni music dan seni rupa.(hal 24)
Dewa sebagai orang yang tak pernah patah semangat dalam melakukan sesuatu yang diinginkannya. (hal 25)
Kondisi Sosial di Lingkungan Keluarga
Membekali kemampuan diri itu penting, terlebih pada usia remaja yang mempunyai kesempatan banyak dalam melakukan sesuatu hal apapun dengan sendirinya tanpa melibatkan orang lain. Hal itu akan melatih seseorang untuk hidup mandiri atau tidak menggantungkan kemampuan orang lain, sementara kemampuan sendiri diabaikan.
“makanya, lo berdua belajar, dong. Ntar kalo kita udah gak bareng-bareng lagi, lo berdua nggak bisa apa-apa”(hal 26)
Sebagai orang tua hendaknya jangan membandingkan kepribadian anak-anaknya, karena hal itu akan berpengaruh pada perkembangan anak satu dengan yang lainnya. Munculnya tenggang rasa antar saudara dikarenakan rasa pilih kasih orang tua pada anaknya.
apa yang bisa diharapkan dari dia,Wi?kamu lihat sendiri kerjaannya setiap hari ngapain,kan? Nonton film sama main terus ...” (hal 35)
Pengertian dan dukungan dari keluarga terhadap anak sangat perlu karena akan membuat si anak lebih termotivasi tidak ragu akan pilihannya, novel ini mengajarkan setiap keluarga untuk lebih memperhatikan anak-anaknya.
Gue tuh kayak nggak didukung sama keluarga sendiri. Maksudnya, apa yang gue lakuin tuh dimata merekan nggak pernah berarti. Malah kayaknya mereka nggak pernah percaya gue bisa ngelakuin sesuatu. Gue setuju masuk sekolah ini karena emang gue pengen dapet bimbingan khusus soal masa depan kayak visi misi sekolah ini. Jujur, iya gue sebenarnya pengen jadi dokter. Tapi, gue nggak berani bilang karena emang gak ada yang percayakalau gue bisa”
Novel ini terjadi pertentangan seorang anak pada orang tua yang tidak pernah saling mengerti satu sama lain, sekesal apapun dan sesibuk apapun anak pada orang tua namun sebagai seorang anak tetap harus menghormati orang tua agar tidak menjadi anak yang durhaka.
 “Zara ngebelain bolos kerja kelompok sama techmeet lomba Cuma jemput Papi. Eh Papi malah bikin dia badmood”(hal 112)
Kalau bukan karena takut durhaka, gue gak mau buka pintu, (hal 76)
Kondisi Sosial di Lingkungan Lokasi Masyarakat
Di dalam novel ini, menyinggung permasalahan yang ada di lingkungan di ibukota. Istilah perkotaan tidak akan terlepas dari kemacetan dijalan raya, hal itu masih menjadi masalah yang belum bisa teratasi oleh pemerintah, dikarenakan semakin banyak yang masyarakat lebih memilih berpergian transportasi pribadi daripada transportasi publik.
“Jalanan ibukota memang selalu padat setiap sore. Jam pulang kantor dan pulang sekolah menjadi alasan utama kemacetan di jalanan. (hal 49)
Kondisi sosial masyarakat yang berbeda serta cara memperlakukan sesuatu sekecil apapun juga berbeda. Seperti perbedaan yang dibandingkan penulis di Indonesia dan di Belgia
“Sebenarnya bangunan di Belgia tak lebih megah dari bangunan di Indonesia. Hanya saja perlakuan warga Negara yang berbeda. Di Belgia, warganya tidak terlalui menyukai seni, sehingga mereka akan puas melihat bangunan itu apa adanya. Bebeda dengan Indonesia, warganya terlalu kreatif dan tak cepat puas, sehingga dinding yang putihpun akan penuh dengan coretan-coretan yang mereka kategorikan sebagai seni graffiti”. (hal 232)
Mobil-mobil pun berderet seperti semut yang jarang menyalip. (hal 232)
Dalam membandingkan perbedaan antar dua Negara perlu didasari adanya suatu kebudayaan yang berbeda pula, masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam tidak mungkin melakukan sesuatu yang dilarang oleh agamanya seperti makan-makanan dari yang dimakruhkan atau diharamkan, berbeda dengan masyarakat Belgia.
Tidak hanya manusia, tetapi juga makhluk lain yang ada di kedua Negara tersebut. Di Indonesia, banyak sekali bangunan yang dicintai oleh lumut, laba-laba, tikus bahkan kucing. (233)
Di Belgia beda lagi, tak ada lumut, laba-laba, tikus atau kucing yang berani menempel di barisan gedung itu karena beberapa koki professional di sana lebih memilih mereka untuk dijadikan menu yang hebat.(233)
Masyarakat Belgia kurang menyukai seni, oleh karena itu seorang pengamen dianggap seperti pengangguran dan pengemis.
 “ngamen disini lebih parah dari Indonesia. Kamu nggak akan dapet uang,”
“buat kepuasan, bukan buat uang”
       “sama saja. Pengamen disini dianggap sebelah mata. Di sini, modal kamu harus lebih besar, nggak kayak kecrek yang dipakai bocah-bocah Indonesia”
         Kemudian Yosita menjelaskan betapa rendahnya pengamen di Belgia. Mereka akan disejajarkan dengan pengangguran dan pengemis. Kehidupannya berada di bawah bats kemiskinan. Banyak orang Indonesia yang dating ke Belgia untuk menunujkkan kemampuannya dalam bidang seni musik. Padahal, mereka tidak akan mendapatkan perhatian sama sekali. Nyanyi, pantomime, dan menari adalah tiga diantaranya yang tak pernah mendapat perhatian pengguna jalan.(hal 240)
Motivasi juga dibutuhkan dalam diri seseorang, seperti novel ini yang memberikan motivasi kepada pembacanya dalam memilih suatu keputusan.
 “Umur orang siapa tahu. Kalau kitak nggak bisa memutuskan apa yang kita pilih, hidup kita bakal habis Cuma karena bingung memutuskan sesuatu. Pertimbangkan, bicarakan dan putuskan. Sekarang atau nggak sama sekali,”(hal 54)
Di dalam novel ini juga memberikan masukan bahwa kalau melakukan sesuatu hendaknya yang membuat diri senang bukan membuat diri yang gelisah.
“berjanji pada diri sendiri buat nggak ngelakuin sesuatu yang bikin kita seneng adalah kesalahan yang besar dan menyakitkan. Apapun yang gue suka silakan lakuin dengan syarat tahu resikonya. Kalau mampu ngatasin resiko itu, ya lakuin. Kalau nggak ya jangan,”
Memberikan pelayanan terhadap client/pelanggan harus dengan baik, terlebih menangani pelanggan yang sedang komplain terhadap kinerja suatu proyek yang belum ada tanggapan. Zara berusaha memberikan klarifikasi dengan baik dan benar kepada Pak Tirto dan memberikan suatu solusi sehingga membuat masalah pelanggan papinya tersebut tuntas.
“Pak Tirto mohon maaf sebelumnya jika perusahaan kami tidak secara cepat merespon pengaduan Bapak. Kebetulan Pak Direktur baru saja dioperasi, sehingga belum bisa bertemu langsung dengan Bapak. Jika Bapak berkenan, saya yang akan menanganinya. Boleh?” (hal 132)
Zara mengendarai motornya dengan sembarangan, hal itu merupakan contoh bagian novel yang tidak baik dan tidak untuk ditiru oleh pembaca. Karena, selain membahayakan diri sendiri akan membahayakan orang lain.
Ia belokkan Jupiter ke kanan dan ke kiri. Bahkan ia hampir membahayakan dirinya sendiri dengan menancap gas motornya saat lampu hijau tinggal satu detik lagi. Jika saja tidak gesit, mungkin ia akan tertabrak  truk semen dari arah kanan. (hal 150)
Tawuran adalah perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh pelajar walaupun dengan beribu alasan untuk melakukan hal itu tetap saja tidak pantas untuk dilakukan. Selain itu tawuran yang dilakukan di jalan akan menggangu arus lalu lintas kendaraan.
ia menjelaskan bahwa itu  merupakan satu bentuk solidaritas terhadap teman yang dikeroyok oleh sekolah lain. (hal 159),
Tawuran antar pelajar berpakaian putih abu-abu itu berlangsung ricuh. Jumlahnya yang banyak  membuat badan jalan sebelah kiri tak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. (154)
Nasihat yang baik dari seorang teman seperti Radi membuat Zara sadar untuk melakukan sesuatu untuk Papinya.
Setelah mendapat petuah dari Radi, ia pun menyanggupi keinginan papinya dengan beberapa persyaratan tertulis. (178)
Kesedihan terpancar pada Zara ketika lagu kedua dalam kontes bernyanyinya ia mendapat kabar bahwa papinya meninggal dunia ketika perjalanan untuk melihat penampilan Zara di perlombaan tersebut, namun ia masih menunjukkan rasa bakti terhadap papinya untuk menyelesaikan perlombaannya sesuai amanat terakhir papinya. Hal itulah wujud bakti anak kepada orang tua.
Apa bisa buktiin ke Zaki Pambudi Luhur kalau Zara Iqlima menang? Ia ingat kat-kata papi malam sebelumnya dan ia sudah mengatakan bisa. Ia harus maembuktikannya.
         Mau tak mau, ia menuruti semua keinginan papi. Meskipun sekarang papinya sudah meninggal, itu tak membuat dirinya senang karena ia bisa dengan leluasa untuk memilih cita-cita apa yang ia inginkan. Justru ia menjadi semakin bertanggungjawab atas kehidupan keluarganya.
Adaptasi yang baik terhadap lingkungan.
Namun akhirnya Yosita mengajak Zara untuk mengiringi paduan suara atau music untuk tarian-tarian Indonesia menggunakan organ atau piano jika ada acara di KBRI. Menteri luar negeri Indonesia di Belgia pun sudah hafal padanya. (hal 240)

Dan orang-orang baru namun tak mampu mengadaptasi dengan waktu membuat orang sering disiplin terhadap waktu.
Jarang sekali ia bisa hadir tepat waktu di perkuliahan pagi. Sehingga, ia lebih dikenal dengan Zara Late daripada Zara Iqlima. (hal 241)
Perkataan orang tua pastilah ada benarnya, seperti Zian yang harus jatuh bangun untuk mendapatkan suatu pengakuan dari orang terhadap keahliannya. Namun, karena kerja kerasnya ia mampu menggapai impiannya.
Nyatanya apa yang dikatakan papinya benar. Ia harus pontang-panting membuat dirinya diakui oleh orang banyak. Zian pun bangkit dan mencoba menggapai cita-citanya lagi, meskipun tertatih. Lambat laun, ia bisa membuat semua kembali normal dan menjadi seorang fotografer yang dikagumi. (hal 248)
Kesuksesan tak membuat seorang anak melupakan keluarganya.
“Kadang-kadang, ia menyuruh kawannya untuk melihat keadaan keluarganya sampai suatu hari ia tahu perusahaan papinya hamper gulung tikar. Zian mencari cara untuk bisa membantu papinya. Ia masukkan proposal ke sana- kemari agar mereka mau menggunakan jasa perusahaan papinya. Sejumlah perusahaan yang ia masuki, hanya satu yang bersedia melakukan kerja sama itu.
Penyesalan seorang anak yang muncul karena kesuksesan yang diraih tak dapat dilihat oleh Ayahnya yang telah meninggal dunia.
Zian hanya bisa melongo. Ia bingung harus berekspresi apa. Terkejut? Iya. Sedih? Iya. Setelah itu, ia menyesal luar biasa. Usahanya selama ini hanyalah untuk papinya. Tapi, sebelum itu semua diketahui, papinya sudah tiada. Ia pun merasa berdosa tak berada di sampingnya saat papinya menutup mata. (hal 249)
Kegigihan seorang anak dalam mewujudkan keinginan orangtuanya, sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan.
Hanya dalam waktu dua tahun, Zara mampu menggaet tiga perusahaan besar dari Belgia. Ia dan kakaknya  membuat proposal kerja yang langsung disetujui oleh ketiga pemimpin perusahaan itu. Alhasil, empat perusahaan besar telah menandatangani kontrak dengan perusahaan Mozacki untuk tiga tahun kedepan. Om Deni yang menandatangani kontrak dengan perusahaan dalam dua tahun itu pencapaian yang luar biasa mengingat dua puluh tahun Mozacki berdiri hanya mampu dapat dua perusahaan luar negeri. (hal 251)
Sesuatu yang tidak disukai dapat berubah menjadi yang lebih disenangi, karena berawal dari mencoba kemudian menjadi terbiasa.
Zara mendapat kutukan karena menjadi sangat menyukai bisnis. Ia pun melebarkan sayapnya ke bisnis yang sedari dulu ia penjara hanya untuk memajukan perusahaan keluarganya. Ia mulai terjun di dunia desain. (hal 251)
Sejauh apapun persahabatan tidak akan putus, walaupun bertahun-tahun tak berkomunikasi tetap takkan melupakan sahabat lamanya.
Zara mengambil laptopnya dan membuka twitter. Ia me-mention Agha dan Dewa dengan embel-embel kata hai saja. Tak lebih dari satu menit, tweetdeck di laptopnya berbunyi. (hal 252)
         Begitu lamanya di Belgia tak membuat ia lupa pada Agha dan Dewa. Begitu lamanya ia tak menghubungi mereka tak membuat rasa dihatinya memudar. Ia kira rasa akan hilang begitu saja seiring berjalannya waktu dan kehadiran Raka. Tapi, nyatanya sama saja. (hal 259
Motivasi yang diutarakan penulis melalui sikap tokoh Zara.
“tidak,” jawab Zara sambil menggelengkan kepalanya. “Bagiku, waktu adalah waktu, bukan pedang atau uang. Kalau aku menyia-nyiakannya, kehidupanku hanya akan dipenuhi penyesalan. Banyak hal yang harus aku lakukan. Jadi aku butuh banyak waktu”.
Sahabat dan lingkungan terdekat akan membuat orang tidak merasa sendirian.
“Ya gue nggak pernah sendiri, piker Zara saat itu. Ia melihat wajah kedua sahabatnya. Ada tulus di wajah mereka. Tidak hanya mereka, tapi keluargamereka juga, keluarga Om Deni, bahkan karyawan perusahaan . ia tak pernah sendiri



2. Nilai-nilai yang dapat diambil dalam Novel Without You
Menurut peneliti novel ini sangatlah bagus, menarik dan begitu banyak kisah yang membuat peniliti termotivasi dan menyadarkan pengamat disetiap seluk beluk masalah sosial yang disajikan dalam karya tersebut. Sehingga peneliti dapat mengambil suatu kesimpulan terinci dari isi novel Without You diantaranya:
a.      Setiap manusia pasti tidak dapat hidup sendiri, dikarenakan manusia adalah zoon policon oleh karena itu seseorang pasti ingin hidup berdampingan bersama orang lain.
b.     Kisah persahabatan yang tergambar sangat mengharukan, rasa solidaritas yang tinggi, dan kasih sayang sahabat seperti ikatan persaudaraan yang tidak pernah lekang sementara waktu dan keadaan mengubahnya. Begitu pentingnya menjaga persahabatan itu, namun mempertahankannya tak terasa sulit apabila ada rasa kesetiaan. Begitupun kala kemampuan yang tak berbeda disatukan, antara teman satu dengan teman yang lainnya dapat saling melengkapinya.
c.      Saling peduli terhadap orang lain menjadi nilai penting pada novel ini. Jika ada orang lain kesusahan maka berusaha membantu, dan suatu saat diri mengalami kesusahan juga, maka orang lain tidak akan enggan untuk membantu.
d.     Didalam keluarga, hendaklah adanya saling pengertian, menerima pendapat orang lain. Terlebih orang tua yang harus memperhatikan, membimbing dan mendukung usaha dan keinginan anak dalam menentukan masa depan. Walaupun seorang Ayah mampu menentukan sendiri apa yang terbaik oleh anaknya, namun perlu adanya komunikasi yang baik pada anak dalam mengambil keputusan. Agar keputusan tersebut saling diterima satu sama lain sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
e.      Menjadi seorang anak hendaknya patuh terhadap orang tua. Perkataan orang tua pasti ada baik dan benarnya. Permasalahan anak dan orang tua hanya mampu diselesaikan dengan komunikasi yang baik, tidak saling menentang apalagi menyalahkan orang tua yang bertindak terlalu otoriter kemudian muncullah rasa marah dan kecewa terhadap orangtuanya. Bagaiamanapun mereka harus tetap dihormati, karena kesuksesan anak tidak lepas dari orangtua.
f.      Bekerja setiap waktu membuat orang tidak banyak memperhatikan kondisi kesehatan. Hal ini merupakan contoh yang tidak baik, sekeras apapun dalam bekerja harus tetap menjaga tubuh agar tetap sehat. Mengatur pola makan dan pola tidur yang cukup. Novel ini berkisah seperti seorang Olga Syahputra yang meninggal karena penyakit serius yang dialaminya yakni Meningitis, kebanyakan porsi kerja membuat Olga melupakan porsi kesehatan tubuhnya.



BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Karya sastra merupakan hasil karya cipta manusia yang merupakan hasil imajinasi dan refleksi seorang penulis dari suatu hal yang ia rasakan, ia lihat, ia dengar, dan yang terjadi di dalam masyarakat. Resepsi sastra merupakan penelitian yang menfokuskan perhatian kepada pembaca, yaitu bagaimana pembaca memberikan makna terhadap karya sastra, sehingga memberikan reaksi terhadap teks tersebut.
Pada novel Without You terdiri dari unsure kondisi sosial yang terjadi di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyrakat sekitar baik yang ada didalam negeri yakni di Jakarta maupun diluar negeri yakni di Belgia
Hubungan sosial yang digambarkan dalam tokoh Zara yakni lingkungan yang ada keluarga dan sekitar rumahnya bersama dengan orang-orang terdekatnya, serta lingkungan sosial ketika ia berada di Belgia untuk menuntut ilmu di Universitas Gent.
B. Saran
Analisis ini merupakan salah satu dari penerapan teori sosiologi sastra. Maka dari itu dibutuhkan banyak pengetahuan lagi untuk mengkaji lebih dalam tentang analisis teori resepsi dikarenakan minimnya pengetahuan peneliti dalam mengakajinya.



DAFTAR PUSTAKA
Puji, Kanato. 2013. Without You. Yogyakarta: Ping!!!

Nuzulia, Dian. 2011. Teori Resepsi Sastra. http://file:///C:/Users/ASUS%20X453M/Downloads/teori%20sastra/TEORI%20RESEPSI%20SASTRA%20%20%20arerariena.html (diakses tanggal 1 Mei 2015, pukul 10.44)

3 komentar: